=Error405//LOL |
sassy and sugary sweet |
Lyrics: Sarah Soeprapto
Voice: Lalita Ratu Samardhya
Music: Emil Raji
Kamu adalah kenangan termanis sekaligus kebohongan terpahit yang masih aku cari sisanya diantara lini waktu,
Berusaha untuk mengingatnya karena aku tahu kau masih ada disana, di batas sadarku.
Taman kota di Jakarta (gosipnya) sekarang sudah ber-wifi. Ada yang berkomentar bahwa itu keren, bahwa sekarang jamannya Indonesia melek teknologi, dan macam” yang mendukung gosip itu.
Mungkin banyak yang mendukung. Tapi bukan saya.
Prihatin mungkin kata yang tepat. Saya adalah jenis orang yg suka membakukan segala macam aspek di kehidupan, dan menurut saya, wifi di taman itu tidak cocok. Fungsi taman, menurut saya, adalah dimana komunitas terjaga, dan manusia menjadi manusia. Bertemu sesama manusia lain untuk bercanda dan mengobrol, berolahraga pagi, bermain, berinteraksi. Bukannya duduk diam menunduk menatap layar elektronik. Garam kepada luka, hanya melihat sekeliling untuk menemukan spot untuk difoto, dimasukkan Instagram, Path, Twitter, atau media jejaring sosial lain dan diberi keterangan “Sedang di taman kota! :D”
Nikmatilah taman sebagai taman. Hargai para lelaki berseragam Petugas Taman Kota yang bersusah payah memilih tanaman, menanamnya, menyirami dan menjaganya agar tumbuh sehat.
Dahulu saya tinggal di daerah Blok M, dimana berjalan ke sekolah saya, SMA 6 Jakarta, tinggal berjalan. Saya pernah mengajak teman” klub menggambar saya untuk mensketsa di Taman Ayodya. Disana justru kita lebih banyak mengobrol dan berkenalan dengan anak” yang bermain disana, yang terkikik” melihat kita menggambar dan mengintip dari mana”, berharap digambar juga.
Kadang di pagi hari akhir pekan saya berjalan kesana bersama ayah saya, mengobrol tentang hal” seputar hidup kita atau kesusahan yang mengganjal di hati. Disana kita sering bertemu orang” paruh baya berjogging atau manula yg latihan tai chi, yang menjelang siang tergantikan sekumpulan lelaki” muda yang berkumpul dan membawa gitar, menggoda gadis” yang kebetulan lewat, atau sekadar keluarga yang membiarkan anak”nya bermain bebas. Malam datang, gerobak” makanan bertengger dan parkiran penuh dengan motor yang membawa pasangan muda-mudi yang berasyik masyuk.
Terdengar seperti tempat ideal? Ya. Itulah taman yang semestinya ada. Idealis? Mungkin. Lalu ditaruh dimana wifi” yang ditaruh di taman itu?
Perpustakaan.
Pernahkah terdengar perpustakaan rakyat yang bagus? Kita yang semestinya dibenahi. Orang datang dan meminjam atau membaca di tempat, enak saja melipat buku untuk ditandai. Buku dipegang begitu banyak tangan, tidak bersampul, lemnya aus, halamannya gugur, dan orang yg kecewa memasukkan kertas” itu asal”an, menutupnya, dan membiarkan penjaga perpustakaannya menjadi penanggungjawabnya. Bangunan yang suram, penuh debu, bau lembab dan kertas berselaput debu membuat anak” dan remaja enggan masuk untuk mencari yang seharusnya diketahui. Perpustakaan yang tetap hidup mayoritas hanya perpustakaan swasta, yang dikuasai komunitas dan membuat orang” awam enggan masuk. Perpustakaan negara megap” dan terancam mati terlupakan.
Terbandinglah dalam otak saya perpustakaan ITB yang kini cerah berkilau, serba ada dan modern. Sofa” yang nyaman untuk membaca santai atau meja” panjang untuk belajar bersama. Stop kontak dimana”, komputer siap pakai dengan koneksi internet cepat. Amat berbeda dengan sebelum direnovasi, dimana interiornya terlihat tua dan kelam, dan yang bertandang hanya mahasiswa” yang serius belajar dari textbook milik pribadi. Kini mahasiswa tumpah ruah kedalamnya, membaca buku” lama yang dahulu tersisihkan dan mendapatkan informasi terbaru dari internet.
Kenapa tidak kita beri wifi” gratis itu ke perpustakaan? Jadikan tempat belajar dan mendapatkan ilmu di tempat yang seharusnya. Menunduk di tempat mereka memang seharusnya menunduk, terpekur dalam pikiran dan ilmu. Jangan menjadikan orang” kini menjadi orang” ignoran, tapi sebagai orang yang tahu. Apa gunanya taman yang terlihat cantik tapi orang” hanya menunduk melihat layar gadget mereka?
Tangled (2010) concept art © Claire Keane
(Source: samrockwells, via nothingsimpossibleifyoubelieve)
(Source: hiddlespeare, via deshideshi-basara)
(Source: nohugbuttons, via oh-totoro)